AWAS ! ISIS ADALAH ANCAMAN NYATA

28 05 2017

Hati hati, saat ini Indonesia adalah sasaran ISIS di belahan bumi bagian Timur. Indonesia akan dijadikan Irak Suriah di wilayah jazirah arab.

Saat ini Mindanao Filipina Selatan sudah jatuh ke tangan ISIS. Dan indonesia adalah target berikutnya. 

Ayo waspada. Jaga daerah anda.





Berpuasa Jangan Menyebabkan Kita Lengah

27 05 2017

Kekhusukan kita dalam menjalankan ibadah puasa juga tetap harus diiringi sikap Awas kita terhadap kemungkinan adanya gangguan dan ancaman terhadap stabilitas dan ketenangan beribadah.

Harus diingat, teroris walau selalu mengatasnamakan islam, namun sesungguhnya mereka bukanlah seorang muslim sejati. Mereka tak akan ragu untuk mengacaukan dan merusak kekhusukan ibadah saudaranya. Mereka bisa saja melakukan teror di bulan suci ramadhan ini. Karena bagi mereka yang dicari adalah sensasinya, serta efek ketakutan yang ditimbulkan nya.

Oleh karena itu kita jangan Lengah. Walau dalam keadaan lapar dan haus karena puasa, kita harus selalu waspada. Ancaman bisa datang tiba tiba.

Selamat bertugas ! Jaga wibawa dan keutuhan bangsa !





Kasus Bom Kampung Melayu, Bukti Lemahnya Intelijen Kita

26 05 2017

Ketenangan negeri yang mayoritas islam ini tiba tiba terusik atas munculnya kasus teror bom di kampung melayu. Padahal bulan ramadhan sudah tinggal beberapa hari lagi.

Seperti kejadian kejadian ledakan bom yang lalu, aksi mereka terjadi di saat kehati hatian dan kewaspadaan kita sedikit melonggar. Aparat keamanan, intelijen dan pemerintah kita tengah lengah dan sikap awasnya pun melemah.

Kejadian bom kampung melayu ini merupakan aksi yang sesungguhnya cukup lama tertunda. Karena mereka sudah merencanakan aksi ini beberapa bulan yang lalu, namun selalu mundur dan merubah lokasi sasaran karena mata intelijen selalu sigap dimana mana. Akhirnya baru saat inilah rencana mereka terealisasi, walau diluar skenario yang sesungguhnya.

Harus diakui, kasus bom kampung melayu adalah bukti lemahnya aparat intelijen kita menjadi mata telinga negara. Pergerakan mereka lolos dari deteksi dan intelijen kita cuma bisa kaget terkejut.

Jika pola kinerja aparat intelijen kita tetap seperti ini maka kejadian bom di kampung melayu bisa jadi bukan akhir dari kasus kasus teror bom di negeri ini. Para teroris akan tetap merasa aman dan nyaman melakukan aksi.

Nah bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Jawaban tidaklah sulit. Libatkan masyarakat kita untuk menjadi intelijen di lingkungannya. Sekecil apapun pergerakan yang mengganggu stabilitas negara akan terdeteksi sejak dini. Bukankah mereka yang melakukan teror itu juga mengawali rencana aksi mereka dari lingkungan warga biasa dan tinggal berbaur dgn warga juga?





Bergabung di JII ?

22 05 2017

Banyak sekali komentar yang isinya minat untuk bergabung dengan JII. Terima kasih.

Ini adalah bukti jika bangsa ini mempunyai potensi SDM dibidang pertahanan negara yang sangat besar. Indonesia masih memiliki persediaan patriot pejuang yang siap untuk berkorban untuk menjaga dan mempertahankan NKRI.

Nah, bagi anda yang berniat bergabung bersama JII, ada beberapa tahapan yg harus dilalui diantaranya :

1. Pelajari dulu anggaran dasar organisasi ini dengan baik. Kaji lebih matang. Cari referensi. Jangan sampai anda salah atau terjebak dalam organisasi yg tidak benar. Hati hatilah saat memutuskan bergabung dgn suatu organisasi. Pertimbangkan baik buruknya.

2. Setelah yakin jika ini organisasi yg baik dan benar, silahkan anda bergabung.

3. Pendaftaran keanggotaan cuma melalui Markas Pusat. Anda tidak akan diberi tahu dimana markas daerah dan cabang serta rekan seperjuangan sebelum resmi jadi anggota.

3. Silahkan anda krim biodata di kolom komentar, termasuk telpon yang bisa dihubungi agar kami bisa mengirimkan alamat untuk anda mengirim dokumen pendaftaran.

4. Jika anda sudah mengirim dokumen, akan dibutuhkan waktu yang cukup untuk kami melakukan cek recek, dan memverifikasi data data pribadi serta loyalitas anda kepada negara. Verifikasi akan dilakukan secara rahasia yang tidak akan anda ketahui.

5. Jika anda sudah dinyatakan lulus, maka akan ada pemberitahuan telpon tentang hal itu.

6. Selanjutnya anda akan menerima KTA dan Surat Tugas dari Markas Pusat.

7. Untuk pembekalan anda dalam bertugas, selanjutnya anda akan diwajibkan mengikuti pelatihan dasar dasar intelejen dan wawasan kebangsaan.

8. Anda siap untuk bertugas dengan sandi pribadi dan kewajiban melaporkan setiap informasi intelejen yg terjadi setiap saat di daerah anda.

Indonesia Tanah Air Beta. Indonesia jiwa ragaku. NKRI harga mati. Ayo berjuang tanpa henti.
Terima kasih.





PERLU KURIKULUM PENDIDIKAN KEBANGSAAN

27 07 2012

Kita adalah bangsa Indonesia, bangsa besar yang menguasai sebagian besar wilayah di Asia Tenggara. Bandingkan saja dengan tetangga-tetangga kita. Seberapa besar luas wilayah mereka?

Hitung saja jumlah penduduknya, dibandingkan dengan negara tetangga, kita adalah terbanyak. Negara kita punya segalanya. Indonsia luar biasa hebatnya.

Namun kita kerap kali lupa akan kebanggaan kita terhadap bangsa ini. Kita memang tidak pernah berjuang merebut kemerdekaan bangsa ini sehingga kita tidak pernah merasakan betapa susahnya menjadikan sebuah negara Indonesia yang merdeka ini.

Kita mesti kembali membuka-buka peta dunia. Lihat disana, letak Indonesia yang sangat strategis. Luasnya bukan main, membentang dari barat ke timur. Silahkan bandingkan sendiri dengan negara-negara lainnya, baik negara yang ada di asia, amerika, erofa, afrika atau australia. Kita banyak kelebihan dari mereka.

Namun mengapa kita kini hanya menjadi bangsa “Strata Kecil Menengah” dalam percaturan dunia?

Kita seringkali diobok-obok oleh Amerika Serikat. Coba kita lihat peta Amerika Serikat lalu bandingkan sendiri dengan Indonesia. Negara kita jelas lebih strategis, lebih kaya, lebih ramai bertetangga sehingga mudah berkunjung dan dikunjungi.

Kita juga terlalu tergantung dengan Jepang. Coba kita bandingkan sendiri, besar mana Indonesia atau Jepang? Jelas kita lebih segalanya.

Apalagi jika kita sekedar mau membandingkan dengan negara Malaysia, Singapura, Thailand dan negara tetangga lain yang katanya kini mereka lebih maju dari kita. Kita jelas lebih unggul, lebih luas, lebih strategis dan lebih kaya dalam segalanya.

Lantas, mengapa kita seringkali seperti tak merasakan kebanggaan atas negara kita yang jauh lebih bagus dari negara lain di bumi ini? Apakah kita berkurang rasa kebanggaan dikarenakan kita telah lama hidup terjajah, hidup menderita, hidup dibohongi oleh pemimpin yang lalim?

Sebagai bangsa, kita tidak semestinya kurang memiliki rasa kebanggaan atas bangsa  yang besar ini. Memang benar sejak merdeka hingga saat ini belum bisa maju, belum bisa sejahtera, belum bisa adil dan makmur. Namun dengan kebesaran bangsa ini, yakinlah, suatu saat akan segera tiba waktunya bangsa ini akan menjadi bangsa paling maju di dunia. Bangsa Indonesia akan berada di depan. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang benar-benar kaya.

Ingat, Indonesia adalah negara yang besar. Kita bukan satu level dengan negara-negara tetangga yang kecil. Tapi Indonesia akan berada setara dengan negara-negara besar. Indonesia akan berada diatas Amerika Serikat. Indonesia akan sama-sama maju dengan China, India, Australia, dan Canada.

Nah, apa yang kurang dari bangsa kita ini sehingga kita kurang memiliki rasa bangga terhadap bangsa ini?

Ada yang keliru saat kita menerapkan rasa kebangsaan kepada generasi penerus kita selama ini. Kita terbiasa dengan cerita sejarah perjuangan bangsa. Kita hanya direpotkan dengan norma-norma yang akhirnya banyak ditinggalkan.

Ingat! Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat penuh. Negara Indonesia tidak pernah dijajah oleh negara manapun. Indonesia Merdeka sejak 17 Agustus 1945. Sejak tanggal itu kita tidak pernah lagi terjajah. Jadi, Indonesia adalah negara yang tidak pernah dijajah.

Nenek moyang kita dahulu, dijaman kerajaan-kerajaan nusantara, pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Namun semenjak lahirnya Indonesia, kita tidak pernah dijajah, dan tidak akan pernah terjajah sampai kapanpun.

Tugas kita sekarang, kita harus membuat kurikulum pendidikan kebangsaan yang menekankan rasa kebanggaan kita atas bangsa ini dengan selalu membandingkan dengan negara-negara lain. Biarkan anak-anak kita setiap hari sibuk membuka-buka peta dunia, menghapal nama-nama pulau kita, menghapal nama-nama negara, membandingkan negaranya dengan negara-negara lain di dunia yang selama ini merasa besar kepala.

Mari kita tunjukkan jika Indonesia layak menjadi negara terhebat di dunia.Urusan politik biarkan mereka yang mengurusinya. Urusan pemerintahan biarkan mereka juga yang mengelolanya.Tapi urusan Indonesia, itu adalah urusan kita bersama. Jangan lagi kita rela membiarkan harga diri bangsa dihina oleh tetangga. Jangan mau kebesaran Indonesia diremehkan oleh negara-negara kecil yang ada di sekitar kita.

Merdeka.

 

 

 





POSISI INTELIJEN

3 04 2012

Refomasi yang telah digelorakan mahasiswa dan tokoh-tokoh muda Angkatan ’98 telah menyedarkan dunia intelejen di Indonesia untuk kembali kepada jati diri intelijen sejati yang hanya mengabdi kepada negara. Bukan kepada pemerintah penguasa, bukan kepada rakyat yang beraneka ragam kepentingan. Cuma mengabdi kepada NKRI agar tetap tegak berdiri, ancaman apapun yang menghadangnya.

Dulu, intelijen dijadikan alat kekuasaan untuk memata-matai gerakan politik yang berbeda haluan. Dulu, intelijen ada dalam pengendalian siapa yang sedang berkuasa.

Sejak reformasi, intelijen kembali memposisikan diri, sebagai abdinegara NKRI yang tetap utuh, satu, tidak terpecah belah, Indonesia Raya.

Saat ini dalam perjalanannya, intelejen kerap dibelokkan untuk kembali digunakan sebagai alat kekuasaan. Pemerintah yang berkuasa selalu berupaya memposisikan intelijen sebagai barisan pendukung, pengaman dan mata terdepan penguasa.

Ketika gejolak dalam masyarakat timbul tatkala berhadapan dengan masalah ekonomi yang sulit seperti rencana kenaikan BBM, posisi intelejen juga nampaknya diseret pemerintah untuk menjadi alat perlindungan. Bahkan jika mesti berbenturan dengan rakyat sekalipun.

Sesungguhnya, posisi intelijen kita ketika berada dalam dua kutub yang berseberangan seperti ini, rakyat dan pemerintah saling berseberangan karena penolakan rakyat atas rencana pemerintah menaikan harga BBM, intelijen kita harus mengambil posisi pada garis lurus dan berdiri pada titik keselamatan negara dan bangsa semata.

Dalam kacamata intelejen, kebijakan apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah penguasa yang berpotensi menjadi pemicu konflik yang bisa merongrong persatuan, memecah belah NKRI harus ditentang. Demikian juga gerakan rakyat apapun jenisnya, termasuk alasan demontrasi untuk demokrasi, adalah harus kita lawan jika itu akan menyebabkan negara ini jatuh dan bercerai berai.

Untuk Indonesia yang hanya satu, kebijakan maupun gerakan yang akan membahayakan persatuan bangsa, yang akan merusak keutuhan negara adalah musuh intelejen sejati.

Kita ada untuk negara, kita berjuang untuk bangsa. Kita siap berkorban hanya untuk negara, bukan untuk pemerintah atau rakyat yang sarat kepentingan. Itulah posisi kita.





TEROR BOM MUNCUL LAGI

18 03 2011

Ditengah suasana tenang dan nyaman menyusul berhasilnya aparat keamanan mengungkap dan menangkap para tersangka pelaku teror bom disejumlah tempat, tiba-tiba ibukota dikejutkan dengan munculnya aksi teror baru yang membuat aparat keamanan dan pemerintah kebakaran jenggot. Bom Buku sebagai trik baru yang digunakan para peneror nampak cukup berhasil membuat kekhawatiran dan kecemasan warga ibukota meningkat.
Empat buah bom yang dikemas dalam bentuk bom buku ini dikirimkan kelompok teroris yang belum teridentifikasi melalui paket ke empat orang sasaran. Salah satunya sempat meledak dan menyebabkan seorang anggota polisi bernama Kompol. Dody Hermawan harus kehilangan tangan kirinya. Ia dinilai mengambil keputusan yang menyalahi prosedur standar penanganan isu bom dengan membuka sendiri isi paket tanpa menunggu pihak Gegana sebagai institusi profesional penanganan bom.
Ketua Jaringan Islam Leberal, Ulil Absar Abdala merupakan salah satu target dari bom buku yang meledak di kawasan Utan Kayu Jakarta Timur. Tiga bom lainnya dikirim peneror kepada Brijen Pol. Goris Merre Ketua BNN yang dimasa lalu sangat proaktif memberantas aksi terorisme saat ini menjabat Komandan Densus 88 Anti Teror Mabis Polri. Sedangkan Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Yapto serta Musisi Ahmad Dhani pun tak luput dari sasaran teror buku yang tidak sempat membawa korban itu.
Analisa berbagai pakar intelejen menyebutkan jika rangkaian aksi teror tersebut tidak lepas dari aksi-aksi teror bom lainnya yang terjadi sebelumnya di Indonesia. Namun analisa tersebut masih sangat prematur karena tipe dan karakteristik aksi teror bom buku ini berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya.
Jaringan Intel Indonesia sendiri melihat insiden teror bom buku dengan kaca mata intelejen yang agak berbeda dengan analisa para pakar intelejen lainnya yang kerap berkomentar dilayar TV.
Berdasarkan informasi intelejen yang didapat menyebutkan jika keempat bom buku yang dikirim ke wilayah jakarta dengan menyebutkan alamat palsu dari daerah Bogor adalah memang benar dikirimkan kelompok teroris tersebut dari suatu wilayah di kawasan Bogor. Kelompok ini memang masih terkait dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Mereka memiliki visi Jihad dan kebencian yang dalam kepada Yahudi serta menganggap pemerintah Indonesia sudah musuh karena telah banyak menghukum mati dan memenjarakan anggotanya.
Sistem Terorisme yang mereka terapkan dengan sistem stelsel terputus menyebabkan aparat keamanan sulit menjangkau otak dari pelaku terorisme. Para pelaku yang tertangkap hanya akan menjadi ujung tombak yang terputus dengan pemberi perintah dan otak perencananya.
Menurut informasi intelejen, bom-bom ini dirakit oleh ahli bom dari kelompok yang pernah mendapat pelatihan dari Muhlas beberapa tahun lalu. Empat buah bom dikemas dalam bentuk buku ini dibuat serapi mungkin sehingga bagi orang awam akan sulit menduga jika itu adalah bom yang berbahaya.
Pengiriman bom buku dari daerah Bogor ini diduga dilakukan kelompok teroris dalam empat kelompok. Setiap kelompok umumnya tidak mengetahui jika kiriman buku tersebut adalah berisi Bom. Orang yang ditugaskan mengantarkan Bom Buku ke sasaran adalah orang yang sengaja didatangkan dari daerah jauh bahkan ada yang dari luar Pulau jawa dan mereka sama sekali tidak mengetahui jika tugas yang dilakukannya adalah aksi teror. Mereka mengira hanya sekedar mengantar sebuah paket yang di dalamnya berisi buku semata.
Kini tinggal kita lihat apa hasil penyelidikan yang dilakukan Polisi atas aksi teror Bom Buku tersebut. Apakah mampu menangkap para pelaku hingga otak perencananya? Inilah ujian bagi Polisi dan pemerintahan SBY.