PERLU KURIKULUM PENDIDIKAN KEBANGSAAN

27 07 2012

Kita adalah bangsa Indonesia, bangsa besar yang menguasai sebagian besar wilayah di Asia Tenggara. Bandingkan saja dengan tetangga-tetangga kita. Seberapa besar luas wilayah mereka?

Hitung saja jumlah penduduknya, dibandingkan dengan negara tetangga, kita adalah terbanyak. Negara kita punya segalanya. Indonsia luar biasa hebatnya.

Namun kita kerap kali lupa akan kebanggaan kita terhadap bangsa ini. Kita memang tidak pernah berjuang merebut kemerdekaan bangsa ini sehingga kita tidak pernah merasakan betapa susahnya menjadikan sebuah negara Indonesia yang merdeka ini.

Kita mesti kembali membuka-buka peta dunia. Lihat disana, letak Indonesia yang sangat strategis. Luasnya bukan main, membentang dari barat ke timur. Silahkan bandingkan sendiri dengan negara-negara lainnya, baik negara yang ada di asia, amerika, erofa, afrika atau australia. Kita banyak kelebihan dari mereka.

Namun mengapa kita kini hanya menjadi bangsa “Strata Kecil Menengah” dalam percaturan dunia?

Kita seringkali diobok-obok oleh Amerika Serikat. Coba kita lihat peta Amerika Serikat lalu bandingkan sendiri dengan Indonesia. Negara kita jelas lebih strategis, lebih kaya, lebih ramai bertetangga sehingga mudah berkunjung dan dikunjungi.

Kita juga terlalu tergantung dengan Jepang. Coba kita bandingkan sendiri, besar mana Indonesia atau Jepang? Jelas kita lebih segalanya.

Apalagi jika kita sekedar mau membandingkan dengan negara Malaysia, Singapura, Thailand dan negara tetangga lain yang katanya kini mereka lebih maju dari kita. Kita jelas lebih unggul, lebih luas, lebih strategis dan lebih kaya dalam segalanya.

Lantas, mengapa kita seringkali seperti tak merasakan kebanggaan atas negara kita yang jauh lebih bagus dari negara lain di bumi ini? Apakah kita berkurang rasa kebanggaan dikarenakan kita telah lama hidup terjajah, hidup menderita, hidup dibohongi oleh pemimpin yang lalim?

Sebagai bangsa, kita tidak semestinya kurang memiliki rasa kebanggaan atas bangsa  yang besar ini. Memang benar sejak merdeka hingga saat ini belum bisa maju, belum bisa sejahtera, belum bisa adil dan makmur. Namun dengan kebesaran bangsa ini, yakinlah, suatu saat akan segera tiba waktunya bangsa ini akan menjadi bangsa paling maju di dunia. Bangsa Indonesia akan berada di depan. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang benar-benar kaya.

Ingat, Indonesia adalah negara yang besar. Kita bukan satu level dengan negara-negara tetangga yang kecil. Tapi Indonesia akan berada setara dengan negara-negara besar. Indonesia akan berada diatas Amerika Serikat. Indonesia akan sama-sama maju dengan China, India, Australia, dan Canada.

Nah, apa yang kurang dari bangsa kita ini sehingga kita kurang memiliki rasa bangga terhadap bangsa ini?

Ada yang keliru saat kita menerapkan rasa kebangsaan kepada generasi penerus kita selama ini. Kita terbiasa dengan cerita sejarah perjuangan bangsa. Kita hanya direpotkan dengan norma-norma yang akhirnya banyak ditinggalkan.

Ingat! Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat penuh. Negara Indonesia tidak pernah dijajah oleh negara manapun. Indonesia Merdeka sejak 17 Agustus 1945. Sejak tanggal itu kita tidak pernah lagi terjajah. Jadi, Indonesia adalah negara yang tidak pernah dijajah.

Nenek moyang kita dahulu, dijaman kerajaan-kerajaan nusantara, pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Namun semenjak lahirnya Indonesia, kita tidak pernah dijajah, dan tidak akan pernah terjajah sampai kapanpun.

Tugas kita sekarang, kita harus membuat kurikulum pendidikan kebangsaan yang menekankan rasa kebanggaan kita atas bangsa ini dengan selalu membandingkan dengan negara-negara lain. Biarkan anak-anak kita setiap hari sibuk membuka-buka peta dunia, menghapal nama-nama pulau kita, menghapal nama-nama negara, membandingkan negaranya dengan negara-negara lain di dunia yang selama ini merasa besar kepala.

Mari kita tunjukkan jika Indonesia layak menjadi negara terhebat di dunia.Urusan politik biarkan mereka yang mengurusinya. Urusan pemerintahan biarkan mereka juga yang mengelolanya.Tapi urusan Indonesia, itu adalah urusan kita bersama. Jangan lagi kita rela membiarkan harga diri bangsa dihina oleh tetangga. Jangan mau kebesaran Indonesia diremehkan oleh negara-negara kecil yang ada di sekitar kita.

Merdeka.

 

 

 





POSISI INTELIJEN

3 04 2012

Refomasi yang telah digelorakan mahasiswa dan tokoh-tokoh muda Angkatan ’98 telah menyedarkan dunia intelejen di Indonesia untuk kembali kepada jati diri intelijen sejati yang hanya mengabdi kepada negara. Bukan kepada pemerintah penguasa, bukan kepada rakyat yang beraneka ragam kepentingan. Cuma mengabdi kepada NKRI agar tetap tegak berdiri, ancaman apapun yang menghadangnya.

Dulu, intelijen dijadikan alat kekuasaan untuk memata-matai gerakan politik yang berbeda haluan. Dulu, intelijen ada dalam pengendalian siapa yang sedang berkuasa.

Sejak reformasi, intelijen kembali memposisikan diri, sebagai abdinegara NKRI yang tetap utuh, satu, tidak terpecah belah, Indonesia Raya.

Saat ini dalam perjalanannya, intelejen kerap dibelokkan untuk kembali digunakan sebagai alat kekuasaan. Pemerintah yang berkuasa selalu berupaya memposisikan intelijen sebagai barisan pendukung, pengaman dan mata terdepan penguasa.

Ketika gejolak dalam masyarakat timbul tatkala berhadapan dengan masalah ekonomi yang sulit seperti rencana kenaikan BBM, posisi intelejen juga nampaknya diseret pemerintah untuk menjadi alat perlindungan. Bahkan jika mesti berbenturan dengan rakyat sekalipun.

Sesungguhnya, posisi intelijen kita ketika berada dalam dua kutub yang berseberangan seperti ini, rakyat dan pemerintah saling berseberangan karena penolakan rakyat atas rencana pemerintah menaikan harga BBM, intelijen kita harus mengambil posisi pada garis lurus dan berdiri pada titik keselamatan negara dan bangsa semata.

Dalam kacamata intelejen, kebijakan apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah penguasa yang berpotensi menjadi pemicu konflik yang bisa merongrong persatuan, memecah belah NKRI harus ditentang. Demikian juga gerakan rakyat apapun jenisnya, termasuk alasan demontrasi untuk demokrasi, adalah harus kita lawan jika itu akan menyebabkan negara ini jatuh dan bercerai berai.

Untuk Indonesia yang hanya satu, kebijakan maupun gerakan yang akan membahayakan persatuan bangsa, yang akan merusak keutuhan negara adalah musuh intelejen sejati.

Kita ada untuk negara, kita berjuang untuk bangsa. Kita siap berkorban hanya untuk negara, bukan untuk pemerintah atau rakyat yang sarat kepentingan. Itulah posisi kita.





TEROR BOM MUNCUL LAGI

18 03 2011

Ditengah suasana tenang dan nyaman menyusul berhasilnya aparat keamanan mengungkap dan menangkap para tersangka pelaku teror bom disejumlah tempat, tiba-tiba ibukota dikejutkan dengan munculnya aksi teror baru yang membuat aparat keamanan dan pemerintah kebakaran jenggot. Bom Buku sebagai trik baru yang digunakan para peneror nampak cukup berhasil membuat kekhawatiran dan kecemasan warga ibukota meningkat.
Empat buah bom yang dikemas dalam bentuk bom buku ini dikirimkan kelompok teroris yang belum teridentifikasi melalui paket ke empat orang sasaran. Salah satunya sempat meledak dan menyebabkan seorang anggota polisi bernama Kompol. Dody Hermawan harus kehilangan tangan kirinya. Ia dinilai mengambil keputusan yang menyalahi prosedur standar penanganan isu bom dengan membuka sendiri isi paket tanpa menunggu pihak Gegana sebagai institusi profesional penanganan bom.
Ketua Jaringan Islam Leberal, Ulil Absar Abdala merupakan salah satu target dari bom buku yang meledak di kawasan Utan Kayu Jakarta Timur. Tiga bom lainnya dikirim peneror kepada Brijen Pol. Goris Merre Ketua BNN yang dimasa lalu sangat proaktif memberantas aksi terorisme saat ini menjabat Komandan Densus 88 Anti Teror Mabis Polri. Sedangkan Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Yapto serta Musisi Ahmad Dhani pun tak luput dari sasaran teror buku yang tidak sempat membawa korban itu.
Analisa berbagai pakar intelejen menyebutkan jika rangkaian aksi teror tersebut tidak lepas dari aksi-aksi teror bom lainnya yang terjadi sebelumnya di Indonesia. Namun analisa tersebut masih sangat prematur karena tipe dan karakteristik aksi teror bom buku ini berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya.
Jaringan Intel Indonesia sendiri melihat insiden teror bom buku dengan kaca mata intelejen yang agak berbeda dengan analisa para pakar intelejen lainnya yang kerap berkomentar dilayar TV.
Berdasarkan informasi intelejen yang didapat menyebutkan jika keempat bom buku yang dikirim ke wilayah jakarta dengan menyebutkan alamat palsu dari daerah Bogor adalah memang benar dikirimkan kelompok teroris tersebut dari suatu wilayah di kawasan Bogor. Kelompok ini memang masih terkait dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Mereka memiliki visi Jihad dan kebencian yang dalam kepada Yahudi serta menganggap pemerintah Indonesia sudah musuh karena telah banyak menghukum mati dan memenjarakan anggotanya.
Sistem Terorisme yang mereka terapkan dengan sistem stelsel terputus menyebabkan aparat keamanan sulit menjangkau otak dari pelaku terorisme. Para pelaku yang tertangkap hanya akan menjadi ujung tombak yang terputus dengan pemberi perintah dan otak perencananya.
Menurut informasi intelejen, bom-bom ini dirakit oleh ahli bom dari kelompok yang pernah mendapat pelatihan dari Muhlas beberapa tahun lalu. Empat buah bom dikemas dalam bentuk buku ini dibuat serapi mungkin sehingga bagi orang awam akan sulit menduga jika itu adalah bom yang berbahaya.
Pengiriman bom buku dari daerah Bogor ini diduga dilakukan kelompok teroris dalam empat kelompok. Setiap kelompok umumnya tidak mengetahui jika kiriman buku tersebut adalah berisi Bom. Orang yang ditugaskan mengantarkan Bom Buku ke sasaran adalah orang yang sengaja didatangkan dari daerah jauh bahkan ada yang dari luar Pulau jawa dan mereka sama sekali tidak mengetahui jika tugas yang dilakukannya adalah aksi teror. Mereka mengira hanya sekedar mengantar sebuah paket yang di dalamnya berisi buku semata.
Kini tinggal kita lihat apa hasil penyelidikan yang dilakukan Polisi atas aksi teror Bom Buku tersebut. Apakah mampu menangkap para pelaku hingga otak perencananya? Inilah ujian bagi Polisi dan pemerintahan SBY.





MASIHKAH TEROR AKAN TETAP MENGANCAM?

13 03 2010

Berita di TV dan koran nyaris setiap saat mengabarkan tentang sukses Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dalam menangkapi dan menembak mati orang-orang yang diduga terkait jaringan pembuat teror. Sebut saja Trio Teroris Bom Bali sukses dieksekusi mati oleh regu tembak. Dr.Azhari tewas ditembak. Noordin M Top juga terkapar mati ditembak Densus 88. Penangkapan-penangkapan juga terus dilakukan. Ada kelompok Palembang, Solo, Banten dan lain-lain. Yang paling terbaru adalah penggerebekan lokasi pusat latihan Alqaida di Aceh Besar. Hasilnya lumayan gemilang, Buronan yang paling dicari Dulmatin tewas ditembak di Pamulang. Luar biasa!

Namun dengan kesuksesan-kesuksesan ini juga berarti tindakan teror di negeri ini akan berakhir? Inilah tugas intelejen untuk menjawabnya.

Kebencian kelompok Islam garis keras terhadap kesewenang-wenangan Amerika dan sekutunya memang sudah mencapai puncaknya. Kbencian itu kini sudah berubah menjadi dendam yang harus dibayar nyawa. Semangat jihad yang mereka kobarkan mampu membakar ledakan-ledakan amarah mereka.

Kendati para pemimpin mereka satu persatu telah mati dan ditangkap, namun kematian dan penjara tidak bisa mematikan semangat “jihad” mereka. Mereka akan tetap membawa dendam, lalu menyebarkannya dan melancarkan aksi-aksi berikutnya.

Dengan kata lain, teror akan tetap mengancam dan tugas Densus 88 masih jauh dari selesai.

Dalam masa singkat, satu-dua tahun ini boleh jadi aksi teror akan mereda, namun perlahan tapi pasti cikal bakal penerus mereka akan kembali bergerak.

Nah, adalah tugas kita untuk mengawasi mereka, orang-orang yang tak jauh disekitar kita. Semakin kita cermat, maka semin sempit ruang gerak mereka, dan semakin nyaman dan tenang bangsa kita.





Indonesia Sudah Diaduk-Aduk Intelijen Asing

8 03 2008

Marilah kita sejenak untuk berpikir secara jernih, lalu menoleh ke belakang, melihat satu-persatu kejadian yang terjadi di bumi pertiwi ini. Sangat memilukan.

Timor-Timur terlepas dari NKRI, Sipada Ligitan dicapolok Malaysia, gejolak di Aceh akibat sparatis GAM, gejolak di Papua oleh OPM, konflik di Sampit, konflik di Ambon, Foso dan deretan kasus-kasus sparatis lainnya yang merongrong kedaulatan negara.

Di bidang ekonomi nilai rupiah semakin terpuruk. Harga sembako naik. Minyak tanah langka dipasaran. Terigu, kedelai hingga daging harganya terus naik. Minyak goreng juga setiap saat bisa terus merangkak naik.

Kemunculan ajaran-ajaran sesat yang memicu konflik, pertikaian antar kelompok agama, serta munculnya nabi-nabi baru dalam masyarakat telah memecah belah suasana damai dalam masyarakat.

Namun upaya memperkaya diri dengan korupsi terus saja terjadi. Para pejabat korup dibiarkan bebas beraksi. Tak ada negara asing yang berteriak atau meminta pemerintah kita untuk serius memberantas korupsi. Mereka seolah setuju jika negara ini banyak koruptornya.

Dari kejadian-kejadian diatas kita selama ini terbawa hanyut ke dalam setting ceritanya. Kita nyaris lupa jika semua permasalahan, konflik dan kasus besar yang terjadi di negeri ini adalah hasil karya pihak-pihak asing yang tidak senang jika Republik ini aman, damai, maju dan kuat. Negara-negara tetangga selalu saja menganggap bangsa ini sebagai ancaman yang harus disingkirkan.

Negara-negara besar juga selalu khawatir jika Indonesia semakin besar dan kuat. Mereka berupaya menjadikan negeri ini kerdil, negara ini jadi negara bonsai. Mereka takut jika Indonesia besar akan menjadi ancaman bagi mereka.

Konfli-konflik yang terjadi adalah hasil kerja para intelejen asing yang mengobo-obok kedaulatan negara ini. Agen asing yang pandai bermain ekonomi sehingga politik Dumping nyaris menyengsarakan rakyat kita.

Intelejen Amerika berupaya mengobok-obok pemerintahan kita. Mereka ingin mengendalikan semua kebijakan negara. Melalui berbagai bantuan, masuknya perusahaan-perusahaan minya, negara besar itu telah menyebarkan intelejennya kesetiap pelosok negeri ini. Intel amerika yang meminta negaranya menahan ekspor terigu mereka ke Indonesia sehingga rakyat kita menjerit.

Intelejen Australia juga terus mengobok-obok Papua agar terus bergejolak. Mereka ingin propinsi itu lepas dari NKRI. Mereka juga bergentayangan di Indonesia melalui Bali. Mereka juga banyak membawa pesan melalui LSM Indonesia yang diiming-imingi bantuan.

Intelejen Malaysia kini telah menjelajah seluruh wilayah negeri ini. Kebun-kebun sawit milik pengusaha malaysia menjadi sarangnya para intelejen dari negara jiran ini. Mereka terus mengawasi negeri ini. Mereka mengukur seberapa dalam kekuatan Indonesia saat ini.

Karena merasa jauh lebih kuat, Malaysia semakin berani dan congkak. Tengok saja aksi mereka di Kepulauan Ambalat. Mereka bermanuver masuk wilayah RI tapi tentara kita tak berbuat apa-apa. Patok-patok perbatasan digeser-geser hingga kiloan meter. bahkan para pemuda kita mereka rekrut menjadi tentara, yang salah satu tujuannya untuk disuruh beradu melawan bangsanya sendiri.

Intelejen Singapura yang membonceng agen-agen intelejen Israel juga masuk ke negeri ini. Mereka banyak melatih intelejen Indonesia. Bahkan Singapura meminta tempat di Baturaja Sumsel sebagai tempat latihan berperangnya. Kekuatan Islam di Indonesia menjadi sasaran mereka untuk dipecah belah. Bersama intelejen Amerika mereka memasuki kelompok-kelompok Islam yang akhirnya memunculkan banyak ajaran-ajaran sesat.

Pendek kata, Indonesia saat ini sedang diaduk-aduk oleh para intelejen asing dengan kepentingan mereka masing-masing. Celakanya lagi, pergerakan intelejen asing ini menggunakan kaki-kaki orang Indonesia sendiri. Dengan kata lain, saat ini ribuan warga Indonesai sudah menjadi mata-mata intelejen asing. Ironis sekali !

Saat ini sedang terjadi Agresi Intelejen asing di Indonesia secara besar-besaran. Sedangkan peranan intelejen Indonesia saat ini lebih banyak menutup mata dan telinga, pura-pura tidak tahu akan aksi brutal mereka.

Jika ini terus dibiarkan, tak akan berapa lama negara ini akan segera runtuh. Bangsa ini akan berkeping-keping. Kita bisa berpecah belah. Pikirkan itu.

Jika semua produk impor mereka tahan, rakyat negeri ini akan menjerit. Mereka akan serentak melakukan unjuk rasa. Mereka bisa berubah anarkis. Dan jadilah kita pecah belah. Sungguh mengerikan.

Saat ini sudah waktunya kita seluruh rakyat untuk berstu kembali. Kuatkan persaudaraan, ikat persahabatan, siapkan diri untuk membela negara. Tak ada kata lain selain kita mesti menghadapi kekuatan agresi intelejen asing dengan kekuatan intelejen kita yang tangguh.

Kita tak bisa berharap dengan kemampuan para intelijen negara yang sering ongkang-ongkang, gagah-gagahan. Kita harus ambil bagian untuk menghadapi intelejen negara tetangga. Kitapun mesti berani keluar untuk mengaduk-aduk negara mereka.

Bukan saatnya lagi kekuatan senjata secara nyata untuk berperang. Perang yang sesungguhnya sudah dilakukan negara-negara lain kepada Indonesia. hanya saja kekuatan intelejen kita sama-sekali belum bergerak, sehingga mereka semakin leluasa.

Masuknya intelejen asing ke Indonesia karena banyaknya celah untuk masuk. Negara ini memiliki intelejen yang sangat lemah. Kita sering kecolongan oleh aksi ekstrimis Islam. Intel kita kalah jeli oleh para teroris. Intelejen kita kurang mahir mendeteksi, sehingga baru tahu sesuatu setelah semua terjadi.

Karena keadaan itulah kini rakyat Indonesia harus berani ambil bagian bela negara dalam bidang intelejen. Intelejen bukan keahlian Militer atau Polisi saja. Intelejen negara harus berada ditangan orang-orang profesional yang benar-benar mengandalkan inderanya untuk melakukan deteksi dini, mampu menganalisa gerak serta terampil bernegoisasi. Intelejen tidak perlu memakai senjata, intelejen tak perlu pandai mengintimidasi. Intelejen kita harus benar-benar menyatu dengan rakyat, bukan seorang yang ekslusif.

Kita memerlukan tenaga intelejen untuk mengamankan setiap jengkal tanah NKRI. Kita pagari negeri ini secara rapi dan kuat. Kita enyahkan para intelejen asing.

Rakyat Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam sistem pertahanan kita SISHANKAMRATA harus segera mabil bagian menghadapi agresi intelejen asing. Rakyat Indonesia tidak boleh diam. Kehancuran bangsa ini harus segera dicegah. Kembalikan kekuatan bangsa ini kejaman keemasan, saat Indonesia merdeka.

Oleh karena itu Jaringan Intel Indonesia (JII) atau j-sebelas mengajak semua warga negara untuk segera bangkit bersama, ambil bagian dalam tugas bela negara, menjadi kekuatan intelejen yang siap berkorban untuk nusa dan bangsa. Jaringan Intel Indonesia mengajak anda bergabung menjadi Intelejen Profesional yang siap mendapat tugas negara, mengamankan Pancasila dan rela berkorban demi tetap utuh terjaga kedaulatan Negara Kesatuan REPUBLIK INDONESIA dari Sabang sampai Merauke.

Merdeka. Indonesia Jaya.

 





Jaringan Intel Indonesia, Lembaga Intelejen Swasta Pertama di Indonesia

19 02 2008

Peran Intelejen untuk mengawal suatu negara berdaulat adalah sangat mutlak adanya. Namun pada kenyataannya peranan tenaga intelejen dalam mengemban fungsi utamanya seringkali tidak maksimal. Rongrongan terhadap kewibawaan negara baik dari dalam maupun luar negeri sering kali terjadi dan belum sempat terdeteksi sejak dini. Dengan kata lain, intelejen yang ada kerap kecolongan atas kasus-kasus besar yang terjadi.

Untuk itu peranan intelejen hendaknya tidak lagi eklusive hanya menjadi milik lembaga tertentu yang jaraknya sangat renggang dengan masyarakat. Sudah waktunya dunia intelejen menjadi pemikiran segenap anak bangsa yang sama-sama memikul beban atas keberlangsungan bangsa yang telah didirikan oleh para pahlawan pendiri bangsa ini. 

Untuk itu kini telah muncul sebuah lembaga intelejen swasta yang pertama di Indonesia. JARINGAN INTEL INDONESIA disingkat JII atau disebut J-Sebelas.

Setiap anggota j-sebelas akan dibekali dengan tehnik-tehnik dasar intelejen dalam bertugas. Ia akan senantiasa siap menghimpun informasi serta menjadi ujung tombak organisasi dalam menjalankan fungsinya dalam mengemban amanat negara.

Anggota JII tersebar diseluruh pelosok tanah air. Ia bergerak dari bawah tanah dengan sistem intelejen profesional. Mereka juga siap bertugas tanpa takut akan resiko yang semata-mata sebagai wujud pengabdiannya terhadap bangsa dan negara.

Dengan keberadaan anggota JII disetiap jengkal wilayah NKRI maka diharapkan setiap gerakan yang akan merusak, merongrong kedaulatan NKRI serta membahayakan keselamatan negara dan pemerintahan yang sah akan segera terdeteksi sedini mungkin, untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh penanggungjawab keamanan negara.

Kini  andapun bisa bergabung untuk memberikan sumbangsihnya kepada negara. Indonesia satu, Indonesia Merdeka. Tak ada satu negarapun di dunia yang bisa merongrong kedaulatan negara ini dari Sabang sampai Merauke akan kita bela dengan tumpahan darah sekalipun.

Hiduplah Bangsaku, hiduplah negeriku. Indonesia Merdeka.