Indonesia Sudah Diaduk-Aduk Intelijen Asing

8 03 2008

Marilah kita sejenak untuk berpikir secara jernih, lalu menoleh ke belakang, melihat satu-persatu kejadian yang terjadi di bumi pertiwi ini. Sangat memilukan.

Timor-Timur terlepas dari NKRI, Sipada Ligitan dicapolok Malaysia, gejolak di Aceh akibat sparatis GAM, gejolak di Papua oleh OPM, konflik di Sampit, konflik di Ambon, Foso dan deretan kasus-kasus sparatis lainnya yang merongrong kedaulatan negara.

Di bidang ekonomi nilai rupiah semakin terpuruk. Harga sembako naik. Minyak tanah langka dipasaran. Terigu, kedelai hingga daging harganya terus naik. Minyak goreng juga setiap saat bisa terus merangkak naik.

Kemunculan ajaran-ajaran sesat yang memicu konflik, pertikaian antar kelompok agama, serta munculnya nabi-nabi baru dalam masyarakat telah memecah belah suasana damai dalam masyarakat.

Namun upaya memperkaya diri dengan korupsi terus saja terjadi. Para pejabat korup dibiarkan bebas beraksi. Tak ada negara asing yang berteriak atau meminta pemerintah kita untuk serius memberantas korupsi. Mereka seolah setuju jika negara ini banyak koruptornya.

Dari kejadian-kejadian diatas kita selama ini terbawa hanyut ke dalam setting ceritanya. Kita nyaris lupa jika semua permasalahan, konflik dan kasus besar yang terjadi di negeri ini adalah hasil karya pihak-pihak asing yang tidak senang jika Republik ini aman, damai, maju dan kuat. Negara-negara tetangga selalu saja menganggap bangsa ini sebagai ancaman yang harus disingkirkan.

Negara-negara besar juga selalu khawatir jika Indonesia semakin besar dan kuat. Mereka berupaya menjadikan negeri ini kerdil, negara ini jadi negara bonsai. Mereka takut jika Indonesia besar akan menjadi ancaman bagi mereka.

Konfli-konflik yang terjadi adalah hasil kerja para intelejen asing yang mengobo-obok kedaulatan negara ini. Agen asing yang pandai bermain ekonomi sehingga politik Dumping nyaris menyengsarakan rakyat kita.

Intelejen Amerika berupaya mengobok-obok pemerintahan kita. Mereka ingin mengendalikan semua kebijakan negara. Melalui berbagai bantuan, masuknya perusahaan-perusahaan minya, negara besar itu telah menyebarkan intelejennya kesetiap pelosok negeri ini. Intel amerika yang meminta negaranya menahan ekspor terigu mereka ke Indonesia sehingga rakyat kita menjerit.

Intelejen Australia juga terus mengobok-obok Papua agar terus bergejolak. Mereka ingin propinsi itu lepas dari NKRI. Mereka juga bergentayangan di Indonesia melalui Bali. Mereka juga banyak membawa pesan melalui LSM Indonesia yang diiming-imingi bantuan.

Intelejen Malaysia kini telah menjelajah seluruh wilayah negeri ini. Kebun-kebun sawit milik pengusaha malaysia menjadi sarangnya para intelejen dari negara jiran ini. Mereka terus mengawasi negeri ini. Mereka mengukur seberapa dalam kekuatan Indonesia saat ini.

Karena merasa jauh lebih kuat, Malaysia semakin berani dan congkak. Tengok saja aksi mereka di Kepulauan Ambalat. Mereka bermanuver masuk wilayah RI tapi tentara kita tak berbuat apa-apa. Patok-patok perbatasan digeser-geser hingga kiloan meter. bahkan para pemuda kita mereka rekrut menjadi tentara, yang salah satu tujuannya untuk disuruh beradu melawan bangsanya sendiri.

Intelejen Singapura yang membonceng agen-agen intelejen Israel juga masuk ke negeri ini. Mereka banyak melatih intelejen Indonesia. Bahkan Singapura meminta tempat di Baturaja Sumsel sebagai tempat latihan berperangnya. Kekuatan Islam di Indonesia menjadi sasaran mereka untuk dipecah belah. Bersama intelejen Amerika mereka memasuki kelompok-kelompok Islam yang akhirnya memunculkan banyak ajaran-ajaran sesat.

Pendek kata, Indonesia saat ini sedang diaduk-aduk oleh para intelejen asing dengan kepentingan mereka masing-masing. Celakanya lagi, pergerakan intelejen asing ini menggunakan kaki-kaki orang Indonesia sendiri. Dengan kata lain, saat ini ribuan warga Indonesai sudah menjadi mata-mata intelejen asing. Ironis sekali !

Saat ini sedang terjadi Agresi Intelejen asing di Indonesia secara besar-besaran. Sedangkan peranan intelejen Indonesia saat ini lebih banyak menutup mata dan telinga, pura-pura tidak tahu akan aksi brutal mereka.

Jika ini terus dibiarkan, tak akan berapa lama negara ini akan segera runtuh. Bangsa ini akan berkeping-keping. Kita bisa berpecah belah. Pikirkan itu.

Jika semua produk impor mereka tahan, rakyat negeri ini akan menjerit. Mereka akan serentak melakukan unjuk rasa. Mereka bisa berubah anarkis. Dan jadilah kita pecah belah. Sungguh mengerikan.

Saat ini sudah waktunya kita seluruh rakyat untuk berstu kembali. Kuatkan persaudaraan, ikat persahabatan, siapkan diri untuk membela negara. Tak ada kata lain selain kita mesti menghadapi kekuatan agresi intelejen asing dengan kekuatan intelejen kita yang tangguh.

Kita tak bisa berharap dengan kemampuan para intelijen negara yang sering ongkang-ongkang, gagah-gagahan. Kita harus ambil bagian untuk menghadapi intelejen negara tetangga. Kitapun mesti berani keluar untuk mengaduk-aduk negara mereka.

Bukan saatnya lagi kekuatan senjata secara nyata untuk berperang. Perang yang sesungguhnya sudah dilakukan negara-negara lain kepada Indonesia. hanya saja kekuatan intelejen kita sama-sekali belum bergerak, sehingga mereka semakin leluasa.

Masuknya intelejen asing ke Indonesia karena banyaknya celah untuk masuk. Negara ini memiliki intelejen yang sangat lemah. Kita sering kecolongan oleh aksi ekstrimis Islam. Intel kita kalah jeli oleh para teroris. Intelejen kita kurang mahir mendeteksi, sehingga baru tahu sesuatu setelah semua terjadi.

Karena keadaan itulah kini rakyat Indonesia harus berani ambil bagian bela negara dalam bidang intelejen. Intelejen bukan keahlian Militer atau Polisi saja. Intelejen negara harus berada ditangan orang-orang profesional yang benar-benar mengandalkan inderanya untuk melakukan deteksi dini, mampu menganalisa gerak serta terampil bernegoisasi. Intelejen tidak perlu memakai senjata, intelejen tak perlu pandai mengintimidasi. Intelejen kita harus benar-benar menyatu dengan rakyat, bukan seorang yang ekslusif.

Kita memerlukan tenaga intelejen untuk mengamankan setiap jengkal tanah NKRI. Kita pagari negeri ini secara rapi dan kuat. Kita enyahkan para intelejen asing.

Rakyat Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam sistem pertahanan kita SISHANKAMRATA harus segera mabil bagian menghadapi agresi intelejen asing. Rakyat Indonesia tidak boleh diam. Kehancuran bangsa ini harus segera dicegah. Kembalikan kekuatan bangsa ini kejaman keemasan, saat Indonesia merdeka.

Oleh karena itu Jaringan Intel Indonesia (JII) atau j-sebelas mengajak semua warga negara untuk segera bangkit bersama, ambil bagian dalam tugas bela negara, menjadi kekuatan intelejen yang siap berkorban untuk nusa dan bangsa. Jaringan Intel Indonesia mengajak anda bergabung menjadi Intelejen Profesional yang siap mendapat tugas negara, mengamankan Pancasila dan rela berkorban demi tetap utuh terjaga kedaulatan Negara Kesatuan REPUBLIK INDONESIA dari Sabang sampai Merauke.

Merdeka. Indonesia Jaya.

 


Aksi

Information

One response

2 05 2008
ded

“Jika anda seorang nasionalis yang tulen, punya tanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia, maka mari bergabung dalam Jaringan Intel Indonesia.”

waduh, saya nasionalis tulen nggak ya? Nggak yakin juga tuh. Selama ini saya nggak ngebedain orang dari suku-bangsa-agama atau hal semacam itu. saya berpendapat, manusia dibedakan oleh tiga hal saja : yang baik, yang busuk, dan yang mencoba baik. Saya mungkin termasuk yang ketiga. boleh gabung nggak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: