MASIHKAH TEROR AKAN TETAP MENGANCAM?

13 03 2010

Berita di TV dan koran nyaris setiap saat mengabarkan tentang sukses Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dalam menangkapi dan menembak mati orang-orang yang diduga terkait jaringan pembuat teror. Sebut saja Trio Teroris Bom Bali sukses dieksekusi mati oleh regu tembak. Dr.Azhari tewas ditembak. Noordin M Top juga terkapar mati ditembak Densus 88. Penangkapan-penangkapan juga terus dilakukan. Ada kelompok Palembang, Solo, Banten dan lain-lain. Yang paling terbaru adalah penggerebekan lokasi pusat latihan Alqaida di Aceh Besar. Hasilnya lumayan gemilang, Buronan yang paling dicari Dulmatin tewas ditembak di Pamulang. Luar biasa!

Namun dengan kesuksesan-kesuksesan ini juga berarti tindakan teror di negeri ini akan berakhir? Inilah tugas intelejen untuk menjawabnya.

Kebencian kelompok Islam garis keras terhadap kesewenang-wenangan Amerika dan sekutunya memang sudah mencapai puncaknya. Kbencian itu kini sudah berubah menjadi dendam yang harus dibayar nyawa. Semangat jihad yang mereka kobarkan mampu membakar ledakan-ledakan amarah mereka.

Kendati para pemimpin mereka satu persatu telah mati dan ditangkap, namun kematian dan penjara tidak bisa mematikan semangat “jihad” mereka. Mereka akan tetap membawa dendam, lalu menyebarkannya dan melancarkan aksi-aksi berikutnya.

Dengan kata lain, teror akan tetap mengancam dan tugas Densus 88 masih jauh dari selesai.

Dalam masa singkat, satu-dua tahun ini boleh jadi aksi teror akan mereda, namun perlahan tapi pasti cikal bakal penerus mereka akan kembali bergerak.

Nah, adalah tugas kita untuk mengawasi mereka, orang-orang yang tak jauh disekitar kita. Semakin kita cermat, maka semin sempit ruang gerak mereka, dan semakin nyaman dan tenang bangsa kita.


Aksi

Information

One response

5 12 2010
Fuad Thahir

Assalamu’alaikum.
Memang mengkhawatirkan ttg kegiatan para ‘teroris’ ini, berikut juga akibatnya, tapi, jangan dilupakan juga penyebab dan akar permasalahannya. Yang pertama, memang ada pengaruh luar [intel asing, dsb] yang menyulut, bahkan merekrut, melatih teroris ini, tujuannya untuk mendiskreditkan Islam dan umatnya [menurut sy, dan data2 yg sy temukan].

Yang kedua, penyebab berasal dari pemerintahan kita sendiri, dari tidak adanya keadilan, dan keberpihakan pemerintah kita yang terlalu besar pada Amerika dan sekutunya, dan meskipun Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, tapi umat Islam masih dianak-tirikan, dan aspirasi mereka kurang didengar. Artikel ini perlu dicermati: http://annajahsolo.wordpress.com/2010/09/30/akar-terorisme-dan-konspirasi-kristen-di-indonesia/

Yang ketiga, dengan didirikannya Densus88, hal ini makin menambah kebencian umat Islam terhadap pemerintah dan antek-anteknya. Teror tidak bisa ditumpas dengan teror, ibarat menyiram api dengan minyak. Dan saya yakin proyek ‘deradikalisasi pesantren’ tidak akan berhasil. Justru yang mendesak adalah dilaksanakannya proyek ‘dekoruptorisasi’ pemerintahan.

demikian pendapat dari saya, untuk kekurangannya, saya mohon maaf. semoga bermanfaat. wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: