TEROR BOM MUNCUL LAGI

18 03 2011

Ditengah suasana tenang dan nyaman menyusul berhasilnya aparat keamanan mengungkap dan menangkap para tersangka pelaku teror bom disejumlah tempat, tiba-tiba ibukota dikejutkan dengan munculnya aksi teror baru yang membuat aparat keamanan dan pemerintah kebakaran jenggot. Bom Buku sebagai trik baru yang digunakan para peneror nampak cukup berhasil membuat kekhawatiran dan kecemasan warga ibukota meningkat.
Empat buah bom yang dikemas dalam bentuk bom buku ini dikirimkan kelompok teroris yang belum teridentifikasi melalui paket ke empat orang sasaran. Salah satunya sempat meledak dan menyebabkan seorang anggota polisi bernama Kompol. Dody Hermawan harus kehilangan tangan kirinya. Ia dinilai mengambil keputusan yang menyalahi prosedur standar penanganan isu bom dengan membuka sendiri isi paket tanpa menunggu pihak Gegana sebagai institusi profesional penanganan bom.
Ketua Jaringan Islam Leberal, Ulil Absar Abdala merupakan salah satu target dari bom buku yang meledak di kawasan Utan Kayu Jakarta Timur. Tiga bom lainnya dikirim peneror kepada Brijen Pol. Goris Merre Ketua BNN yang dimasa lalu sangat proaktif memberantas aksi terorisme saat ini menjabat Komandan Densus 88 Anti Teror Mabis Polri. Sedangkan Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Yapto serta Musisi Ahmad Dhani pun tak luput dari sasaran teror buku yang tidak sempat membawa korban itu.
Analisa berbagai pakar intelejen menyebutkan jika rangkaian aksi teror tersebut tidak lepas dari aksi-aksi teror bom lainnya yang terjadi sebelumnya di Indonesia. Namun analisa tersebut masih sangat prematur karena tipe dan karakteristik aksi teror bom buku ini berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya.
Jaringan Intel Indonesia sendiri melihat insiden teror bom buku dengan kaca mata intelejen yang agak berbeda dengan analisa para pakar intelejen lainnya yang kerap berkomentar dilayar TV.
Berdasarkan informasi intelejen yang didapat menyebutkan jika keempat bom buku yang dikirim ke wilayah jakarta dengan menyebutkan alamat palsu dari daerah Bogor adalah memang benar dikirimkan kelompok teroris tersebut dari suatu wilayah di kawasan Bogor. Kelompok ini memang masih terkait dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Mereka memiliki visi Jihad dan kebencian yang dalam kepada Yahudi serta menganggap pemerintah Indonesia sudah musuh karena telah banyak menghukum mati dan memenjarakan anggotanya.
Sistem Terorisme yang mereka terapkan dengan sistem stelsel terputus menyebabkan aparat keamanan sulit menjangkau otak dari pelaku terorisme. Para pelaku yang tertangkap hanya akan menjadi ujung tombak yang terputus dengan pemberi perintah dan otak perencananya.
Menurut informasi intelejen, bom-bom ini dirakit oleh ahli bom dari kelompok yang pernah mendapat pelatihan dari Muhlas beberapa tahun lalu. Empat buah bom dikemas dalam bentuk buku ini dibuat serapi mungkin sehingga bagi orang awam akan sulit menduga jika itu adalah bom yang berbahaya.
Pengiriman bom buku dari daerah Bogor ini diduga dilakukan kelompok teroris dalam empat kelompok. Setiap kelompok umumnya tidak mengetahui jika kiriman buku tersebut adalah berisi Bom. Orang yang ditugaskan mengantarkan Bom Buku ke sasaran adalah orang yang sengaja didatangkan dari daerah jauh bahkan ada yang dari luar Pulau jawa dan mereka sama sekali tidak mengetahui jika tugas yang dilakukannya adalah aksi teror. Mereka mengira hanya sekedar mengantar sebuah paket yang di dalamnya berisi buku semata.
Kini tinggal kita lihat apa hasil penyelidikan yang dilakukan Polisi atas aksi teror Bom Buku tersebut. Apakah mampu menangkap para pelaku hingga otak perencananya? Inilah ujian bagi Polisi dan pemerintahan SBY.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: