POSISI INTELIJEN

3 04 2012

Refomasi yang telah digelorakan mahasiswa dan tokoh-tokoh muda Angkatan ’98 telah menyedarkan dunia intelejen di Indonesia untuk kembali kepada jati diri intelijen sejati yang hanya mengabdi kepada negara. Bukan kepada pemerintah penguasa, bukan kepada rakyat yang beraneka ragam kepentingan. Cuma mengabdi kepada NKRI agar tetap tegak berdiri, ancaman apapun yang menghadangnya.

Dulu, intelijen dijadikan alat kekuasaan untuk memata-matai gerakan politik yang berbeda haluan. Dulu, intelijen ada dalam pengendalian siapa yang sedang berkuasa.

Sejak reformasi, intelijen kembali memposisikan diri, sebagai abdinegara NKRI yang tetap utuh, satu, tidak terpecah belah, Indonesia Raya.

Saat ini dalam perjalanannya, intelejen kerap dibelokkan untuk kembali digunakan sebagai alat kekuasaan. Pemerintah yang berkuasa selalu berupaya memposisikan intelijen sebagai barisan pendukung, pengaman dan mata terdepan penguasa.

Ketika gejolak dalam masyarakat timbul tatkala berhadapan dengan masalah ekonomi yang sulit seperti rencana kenaikan BBM, posisi intelejen juga nampaknya diseret pemerintah untuk menjadi alat perlindungan. Bahkan jika mesti berbenturan dengan rakyat sekalipun.

Sesungguhnya, posisi intelijen kita ketika berada dalam dua kutub yang berseberangan seperti ini, rakyat dan pemerintah saling berseberangan karena penolakan rakyat atas rencana pemerintah menaikan harga BBM, intelijen kita harus mengambil posisi pada garis lurus dan berdiri pada titik keselamatan negara dan bangsa semata.

Dalam kacamata intelejen, kebijakan apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah penguasa yang berpotensi menjadi pemicu konflik yang bisa merongrong persatuan, memecah belah NKRI harus ditentang. Demikian juga gerakan rakyat apapun jenisnya, termasuk alasan demontrasi untuk demokrasi, adalah harus kita lawan jika itu akan menyebabkan negara ini jatuh dan bercerai berai.

Untuk Indonesia yang hanya satu, kebijakan maupun gerakan yang akan membahayakan persatuan bangsa, yang akan merusak keutuhan negara adalah musuh intelejen sejati.

Kita ada untuk negara, kita berjuang untuk bangsa. Kita siap berkorban hanya untuk negara, bukan untuk pemerintah atau rakyat yang sarat kepentingan. Itulah posisi kita.


Aksi

Information

2 responses

8 07 2012
nafis

intinya, inti dari seorang agen intelijen yang handal, ialah mementingkan keutuhan negara, tdk berpihak pada pemerintah,masyarakat,ataupun oknum lainnya, bukan begitu kah?

19 07 2012
sjamsoel ridzal

Sejak Jendral Ryamizard Ryacudu Mantan KASAD mengatakan ada 60.000 agen asing sedang bekerja di Indonesia untuk kepentingan asing (Tahun 2003 di Republika), saya yakin Indonesia sedang di “obok-obok”…Tidak mungkin seorang Jendral asal ngomong, apalagi di release koran.
Tapi rupanya intel asing itu, lebih kuat dari kontra intel kita…sehingga bukan saja karir sang jendral yang di berangus, nyatanya Indonesia saat ini sudah di busukan dari luar dan dalam…contoh:mulai dari pendangkalan kualitas mental pelajar Indonesia dgn aksi nyontek masal (Efek standarisasi UN yang keblinger), sehingga membuat contek mencontek..suap menyuap, sudah di pelajari secara sistematis oleh pelajar SD,SMP dan SMA….juga sampai hancurnya keuangan negeri ini dengan perampokan berjamaah (Korupsi)…dulu di zaman Jendral Besar Soeharto, korupsi terjadi hanya di ring tertentu kekuasaan…saat ini, sudah kebabblasan di semua sektor, dan seluruh lapisan masyarakat.
Bagi saya ini semua sangat sistemik…pola nya jelas..untuk merusak moral rakyat indonesia…Jika moral sudah rusak…negara ini mudah di “beli” asing dgn janji-janji yang menipu dari pihak asing, yang sesungguhnya akan merusak bangsa ini di masa depan…anak-anak SD, SMP dan SMA yang sudah terbiasa dgn pola suap dan contek masal itu, suatu saat akan jadi pemimpin…namun pemimpin yang lemah, yang mudah “di beli” negara asing tadi. Mereka akan merasa nyaman dengan cuan-cuan yang di tawarkan, tanpa menyadari telah menjual negeri ini.
Untuk itu NKRI kedepan perlu pemimpin yang kuat, yang bisa mendobrak ini semua…PRABOWO mungkin adalah satu solusi bangsa ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: